al-Moulakhas al-FiqhiShalih al-Fauzan

Dan seandainya harta-harta ribawi itu masih berada di tangan para pemiliknya, harta itu tetap terhapus keberkahannya; mereka tidak memperoleh manfaat apa pun darinya. Yang mereka rasakan hanyalah jerih payah mengelolanya, memikul perhitungannya, dan akhirnya merasakan azabnya. Rentenir dibenci oleh Allah dan oleh makhluk-Nya, karena ia hanya mengambil tanpa memberi, menimbun lalu menahan, tidak berinfak dan tidak bersedekah; ia kikir lagi rakus, gemar menumpuk dan enggan berbagi. Hati manusia menjauh darinya dan masyarakat meminggirkannya. Itulah hukuman yang segera, sedangkan hukuman di akhirat jauh lebih keras dan lebih kekal, sebagaimana telah Allah jelaskan dalam Kitab-Nya. Semua itu terjadi karena riba adalah perolehan yang keji, harta haram yang merusak, dan mimpi buruk berat bagi masyarakat manusia.

وإن بقيت هذه الأموال الربوية بأيدي أصحابها؛ فهي ممحوقة البركة، لا ينتفعون منها بشيء، إنما يقاسون أتعابها، ويتحملون حسابها، ويصلون عذابها، والمرابي مبغوض عند الله وعند خلقه؛ لأنه يأخذ ولا يعطي، يجمع ويمنع، لا ينفق ولا يتصدق، شحيح جشع، جموع منوع، تنفر منه القلوب، وينبذه المجتمع، وهذه عقوبة عاجلة، وعقوبته الآجلة أشد وأبقى؛ كما بينها الله في كتابة، وما ذاك إلا لأن الربا مكسب خبيث، وسحت ضارٍ، وكابوس ثقيل على المجتمعات البشرية.

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie