Dan seandainya harta-harta ribawi itu masih berada di tangan para pemiliknya, harta itu tetap terhapus keberkahannya; mereka tidak memperoleh manfaat apa pun darinya. Yang mereka rasakan hanyalah jerih payah mengelolanya, memikul perhitungannya, dan akhirnya merasakan azabnya. Rentenir dibenci oleh Allah dan oleh makhluk-Nya, karena ia hanya mengambil tanpa memberi, menimbun lalu menahan, tidak berinfak dan tidak bersedekah; ia kikir lagi rakus, gemar menumpuk dan enggan berbagi. Hati manusia menjauh darinya dan masyarakat meminggirkannya. Itulah hukuman yang segera, sedangkan hukuman di akhirat jauh lebih keras dan lebih kekal, sebagaimana telah Allah jelaskan dalam Kitab-Nya. Semua itu terjadi karena riba adalah perolehan yang keji, harta haram yang merusak, dan mimpi buruk berat bagi masyarakat manusia.