al-Moulakhas al-FiqhiShalih al-Fauzan

[Dan Allah menyebut pelaku riba sebagai orang yang sangat kufur dan penuh dosa. Allah Ta‘ala berfirman: “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah; dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sangat kufur lagi banyak dosa.” Allah mengabarkan bahwa Dia tidak mencintai pelaku riba; terampasnya cinta Allah meniscayakan bahwa Allah membenci dan memurkainya. Sebutan “kafār” di sini bermakna orang yang sangat mengingkari nikmat—kekufuran yang tidak sampai mengeluarkannya dari Islam—karena ia tidak berbelas kasihan kepada yang lemah, tidak menolong fakir miskin, dan tidak memberi kelonggaran kepada yang kesulitan. Atau maksudnya, ia menjadi kufur yang mengeluarkan dari Islam apabila ia menghalalkan riba. Pada ayat ini Allah juga menyifatinya sebagai “athīm”, yaitu orang yang amat berdosa, tenggelam dalam kerusakan materi maupun moral.

Allah pun mengumumkan perang—dari-Nya dan dari Rasul-Nya—terhadap rentenir, karena ia menjadi musuh keduanya bila tidak meninggalkan riba, dan Allah menyebutnya zalim. Allah Ta‘ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba yang masih ada jika kalian benar-benar beriman. Jika kalian tidak melakukannya, maka umumkanlah perang dari Allah dan Rasul-Nya. Tetapi jika kalian bertaubat, maka kalian berhak atas pokok harta kalian; kalian tidak menzalimi dan tidak dizalimi.”

Selain ancaman-ancaman Al-Qur’an tersebut, terdapat pula ancaman dalam Sunnah Rasul ﷺ; beliau memasukkan riba ke dalam dosa-dosa besar yang membinasakan, dan beliau melaknat pemakan riba, pemberinya, kedua saksinya, dan penulis akadnya, sebagaimana]

وقد وصف الله المرابي بأنه كفار أثيم، قال تعالى: ﴿يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَاللَّهُ لا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ﴾ . فأخبر الله سبحانه أنه لا يحب المرابي، وحرمانه من محبة الله يستلزم أن الله يبغضه ويمقته، وتسميته كفارًا أي: مبالغا في كفر النعمة، وهو الكفر الذي لا يخرج من الملة؛ فهو كفار لنعمة الله لأنه لا يرحم العاجز، ولا يساعد الفقير، ولا ينظر المعسر، أو المراد أنه كفار الكفر المخرج من الملة إذا كان يستحل الربا، وقد وصفه الله في هذه الآية بأنه أثيم؛ أي: مبالغ في الإثم، منغمس في الأضرار المادية والخلقية. وقد أعلن الله الحرب منه ومن رسوله على المرابي لأنه عدو لهما إن لم يترك الربا، ووصفه بأنه ظالم، قال تعالى: ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُؤُوسُ أَمْوَالِكُمْ لا تَظْلِمُونَ وَلا تُظْلَمُونَ﴾ . وإلى جانب هذه الزواجر القرآنية عن التعامل بالربا جاءت زواجر في سنة الرسول ﷺ؛ فقد عدة النبي ﷺ من الكبائر الموبقة؛ أي: المهلكة، ولعن ﷺ آكل الربا وموكله وشاهديه وكاتبه، كما

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie