al-Moulakhas al-FiqhiShalih al-Fauzan

[Ibn ‘Abbās – semoga Allah meridai beliau – berkata, “Menurutku, selain makanan pun sama hukumnya.” Maksudnya, barang selain makanan juga terkena larangan itu. Hal ini bahkan ditegaskan secara gamblang, sebagaimana riwayat Imam Aḥmad, “Apabila engkau membeli sesuatu, maka jangan engkau menjualnya sebelum engkau menerimanya.” Abu Dāwud meriwayatkan, “Beliau melarang menjual barang-barang di tempat barang itu dibeli sampai pedagang memindahkannya ke tempat mereka.”

Syekh al-Islām Ibn Taymiyyah dan muridnya Ibn al-Qayyim—semoga Allah merahmati keduanya—menjelaskan, “Sebab hukum larangan menjual sebelum serah terima adalah ketidakmampuan pembeli untuk mengambil barang; karena penjual bisa saja menyerahkannya dan bisa juga tidak. Terlebih apabila ia melihat pembeli sudah mendapat untung, ia akan berusaha membatalkan akad—baik dengan mengingkari maupun dengan tipu muslihat untuk memfasakhnya. Larangan mengambil laba atas sesuatu yang belum dijamin makin menegaskan hal ini.” Selesai.

Karena itu kaum Muslimin wajib memegang ketentuan ini: apabila seorang Muslim membeli suatu barang, ia tidak boleh melakukan tindakan apa pun—menjual atau bentuk transaksi lain—sebelum menerimanya secara sempurna. Inilah perkara yang kerap diremehkan atau diabaikan banyak orang; mereka membeli barang lalu menjualnya kembali sebelum menerimanya sama sekali, atau baru menerimanya sebagian yang tidak dianggap sebagai penyerahan sah.]

قال ابن عباس ﵄ "ولا أحسب غيره إلا مثله"؛ أي: غير الطعام، بل ورد ذلك صريحا؛ كما روى الإمام أحمد: "إذا اشتريت شيئا؛ فلا تبعه حتى تقبضه"، وروى أبو داود: "نهى أن تباع السلع حيث تبتاع حتى يحوزها التاجر إلى رحالهم". قال شيخ الإسلام ابن تيمية وتلميذه ابن القيم رحمهما الله: "علة النهي عن البيع قبل القبض عجز المشتري عن تسلمه؛ لأن البائع قد يسلمه وقد لا يسلمه، لا سيما إذا رأى المشتري قد ربح؛ فإنه يسعى في رد البيع؛ وإما بجحد، أو احتيال على الفسخ، وتأكيد ذلك بالنهي عن ربح ما لم يضمن" انتهى. فيجب على المسلمين أن يتقيدوا بذلك، فإذا اشتري المسلم سلعة؛ لم يقدم على التصرف فيها ببيع أو غيره يقبضها قبضا تاما، وهذا مما يتساهل فيه كثير من الناس أو يتجاهلونه، فيشترون السلع ثم يبيعونها وهم لم يقبضوها من البائع أصلاً أو قبضوها ناقصا لا يعد قبضا

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie