16
- Baik harga maupun barang yang diperjualbelikan harus diketahui secara jelas oleh kedua belah pihak; sebab ketidakjelasan mengandung unsur spekulatif yang dilarang. Karena itu, tidak sah membeli sesuatu yang belum pernah dilihat, atau yang telah dilihat tetapi belum dikenal sifatnya; tidak sah pula menjual janin yang masih berada dalam kandungan atau susu yang masih berada dalam ambing secara tersendiri. Tidak sah pula jual beli “sentuhan”, misalnya seseorang berkata, “Kain mana saja yang kau sentuh menjadi milikmu seharga sekian,” dan tidak sah jual beli “lemparan”, yakni ia berkata, “Kain mana saja yang kulemparkan kepadamu menjadi milikmu seharga sekian,” berdasarkan hadits Abū Hurairah RA bahwa Nabi ﷺ melarang jual beli sentuhan dan lemparan (muttafaq ‘alaih). Demikian juga tidak sah jual beli dengan cara melempar batu, seperti seseorang berkata, “Lemparkan batu ini; kain mana saja yang terkena batu itu menjadi milikmu seharga sekian.”
ثالثا: يشترط في الثمن والمثمن أن يكون كل منهما معلوما عند المتعاقدين؛ لأن الجهالة غزر، والغزر منهي عنه؛ فلا يصح شراء ما لم يره، أو رآه وجهله، ولا بيع حمل في بطن ولبن في ضرع منفردين، ولا يصح بيع الملامسة؛ كأن يقول: أي ثوب لمسته؛ فهو عليك بكذا، ولا بيع المنابذة كأن يقول: أي ثوب نبذته إلي أي طرحته؛ فهو بكذا؛ لحديث أبي هريرة ﵁: "أن النبي ﷺ نهى عن الملامسة والمنابذة"، متفق عليه.
ولا يصح بيع الحصاة؛ كقوله: ارم هذه الحصاة؛ فعلى أي ثوب وقعت؛ فهو لك بكذا.