[Dan beliau ﷺ bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan selainnya: “Salat salah seorang di antara kalian tidak akan sempurna sampai ia menyempurnakan wudunya sebagaimana Allah memerintahkannya; ia membasuh wajahnya dan kedua tangannya hingga siku, kemudian mengusap kepalanya dan kedua kakinya sampai mata kaki.”
Kemudian ketahuilah, wahai Muslim, bahwa makna menyempurnakan wudu bukanlah banyak-banyak menyiramkan air, tetapi meratakan air pada seluruh anggota hingga benar-benar mengalir pada semuanya. Adapun memperbanyak air semata-mata, itu adalah pemborosan yang terlarang; bahkan seseorang bisa saja banyak menuangkan air namun tidak mendapatkan kesucian yang wajib. Jika kesempurnaan wudu tercapai dengan sedikit air, maka itulah yang disyariatkan.
Telah sahih dalam dua kitab Shahih bahwa Nabi ﷺ berwudu dengan satu mud air dan mandi dengan satu sa‘ hingga lima mud.
Beliau ﷺ juga melarang berlebih-lebihan dalam menggunakan air; beliau pernah melewati Sa‘d yang sedang berwudu, lalu berkata, “Apa ini, pemborosan?” Sa‘d bertanya, “Apakah dalam wudu ada pemborosan?” Beliau menjawab, “Ya, meskipun engkau berada di sungai yang mengalir.” (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu Majah, dengan beberapa penguat). Pemborosan adalah kebalikan dari sikap pertengahan.]