, serta para penyedia air dan para penggembala; Nabi ﷺ memberi keringanan kepada para penggembala untuk tidak bermalam. Kesimpulannya, bermalam di Muzdalifah adalah salah satu kewajiban haji bagi siapa saja yang tiba di sana sebelum tengah malam; karena Nabi ﷺ bermalam di tempat itu seraya bersabda, “Ambillah dariku tata cara manasik kalian.” Adapun kebolehan berangkat setelah tengah malam diperkenankan karena terdapat rukhṣah dalam masalah tersebut. Setelah itu, ia bertolak menuju Mina sebelum matahari terbit. Hal ini berdasarkan perkataan ‘Umar: “Orang-orang Jahiliah dahulu tidak meninggalkan Jam‘ sampai matahari terbit, seraya berkata: ‘Wahai Tsabir, tampakkanlah sinarmu agar kami dapat berangkat!’ (Tsabir adalah nama gunung yang menjulang di atas Muzdalifah; mereka berkata seolah-olah kepadanya: ‘Biarlah matahari terbit di atasmu agar kami bisa pulang.’) Nabi ﷺ menyelisihi mereka; beliau bertolak sebelum matahari terbit. Ia pun berangkat dengan tenang. Ketika sampai di Wadi Muhassir—sebuah lembah yang terletak antara Muzdalifah dan Mina dan bukan bagian dari keduanya—ia mempercepat langkahnya seukuran lemparan batu.