[Adapun waktu wuquf dimulai sejak matahari tergelincir pada hari ‘Arafah—menurut pendapat yang paling sahih—dan berlanjut hingga terbit fajar malam tanggal sepuluh. Siapa yang wuquf pada siang hari, wajib tinggal sampai matahari terbenam; sedangkan siapa yang wuquf pada malam hari, hal itu sudah sah meski hanya sekejap, berdasarkan sabda Nabi ﷺ: “Barang siapa mencapai ‘Arafah pada malam hari, maka ia telah mencapai haji.” Wuquf di ‘Arafah merupakan rukun haji, bahkan merupakan rukun yang paling agung, karena sabda beliau ﷺ: “Haji itu ‘Arafah.” Tempat wuquf mencakup seluruh wilayah ‘Arafah yang telah ditetapkan; siapa yang wuquf di luar batas itu, maka wuqufnya tidak sah. Semoga Allah menganugerahkan taufik kepada kita semua untuk melakukan amal dan ucapan yang Dia cintai dan ridhai; sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan.]