[Adapun tamattu’ adalah berihram untuk umrah pada bulan-bulan haji, menyelesaikannya, lalu berihram lagi untuk haji pada tahun yang sama.
Sedangkan ifrad adalah berihram untuk haji saja dari miqat dan tetap dalam keadaan ihram sampai menunaikan seluruh amal haji.
Qiran ialah berihram untuk umrah dan haji sekaligus, atau berihram untuk umrah lalu memasukkan niat haji sebelum memulai tawafnya; ia meniatkan umrah dan haji dari miqat atau sebelum memulai tawaf umrah, kemudian melakukan tawaf dan sa’i untuk keduanya.
Bagi yang melakukan tamattu’ dan qiran diwajibkan dam (denda) apabila bukan penduduk sekitar Masjidil Haram.
Yang paling utama di antara ketiga jenis manasik ini adalah tamattu’, berdasarkan banyak dalil.
Setelah berihram dengan salah satu dari ketiga manasik tersebut, hendaklah ia segera bertalbiyah seraya mengucapkan: “Labbaika llāhumma labbaik, labbaika lā syarīka laka labbaik, innal-ḥamda wan-ni‘mata laka wal-mulk, lā syarīka lak.” Ia memperbanyak talbiyah dan mengeraskannya.]