al-Moulakhas al-FiqhiShalih al-Fauzan

Para ulama sepakat bahwa jika seorang anak melakukan haji sebelum balig, maka setelah ia balig dan mampu, ia tetap wajib berhaji; haji yang dilakukannya ketika kecil tidak mencukupi Haji Islam, demikian pula umrahnya.

Jika anak itu belum mumayyiz (belum bisa membedakan), walinya meniatkan ihram untuknya, menjauhkannya dari larangan ihram, melakukan thawaf dan sa‘i sambil menggendongnya, membawanya ke ‘Arafah, Muzdalifah, dan Minā, serta melempar jumrah atas namanya.

Jika anak sudah mumayyiz, ia sendiri berniat ihram dengan izin walinya dan menjalankan manasik yang ia mampu; adapun yang tidak sanggup ia kerjakan—seperti melempar jumrah—walinya yang melakukannya. Ia boleh ditawafkan sambil berkendara atau digendong apabila ia tidak kuat berjalan.

Segala amalan yang mampu dilakukan oleh anak—baik yang mumayyiz maupun yang belum—seperti wuqūf dan bermalam, wajib ia lakukan sendiri; artinya, tidak sah orang lain menggantikannya karena tidak ada kebutuhan. Ia pun wajib menjauhi larangan-larangan ihram sebagaimana orang dewasa.

Orang yang dianggap mampu berhaji ialah yang sanggup menunaikannya secara fisik dan finansial: ia dapat menempuh perjalanan, kuat menahan safar, memiliki bekal yang cukup untuk pergi–pulang, serta meninggalkan nafkah yang mencukupi bagi anak-anak dan siapa pun yang wajib ia nafkahi hingga ia kembali, setelah terlebih dahulu melunasi semua utang dan kewajiban; selain itu, jalan menuju haji harus aman bagi diri dan hartanya.

Apabila ia mampu secara finansial tetapi tidak secara fisik—karena usia lanjut atau sakit kronis yang kecil kemungkinan sembuh—ia wajib mengupah orang lain untuk menunaikan haji dan umrah fardu atas namanya.

وقد أجمع أهل العلم على أن الصبي إذا حج قبل أن يبلغ؛ فعليه الحج إذا بلغ واستطاع، ولا تجزئه تلك الحجة عن حجة الإسلام، وكذا عمرته. وإن كان الصبي دون التمييز؛ عقد عنه الإحرام وليه؛ بأن ينويه عنه، ويجنبه المحظورات، ويطوف ويسعى به محمولاً، ويستصحبه في عرفة ومزدلفة ومنى، ويرمي عنه الجمرات. وإن كان الصبي مميزًا؛ نوى الإحرام بنفسه بإذن وليه، ويؤدي ما قد عليه من مناسك الحج، وما عجز عنه؛ يفعله عنه وليه؛ كرمي الجمرات، ويطاف به راكبا أو محمولاً إن عجز عن المشي. وكل ما أمكن الصغير مميزًا كان أو دونه فعله كالوقوف والمبيت؛ لزمه فعله؛ بمعنى أنه لا يصح أن يفعل عنه؛ لعدم الحاجة لذلك، ويجتنب في حجه ما يجتنب الكبير من المحظورات. والقادر على الحج هو الذي يتمكن من أدائه جسميا وماديّا؛ بأن يمكنه الركون، ويتحمل السفر، ويجد من المال بلغته التي تكفيه ذهابا وإيابا، ويجد أيضا ما يكفي أولاده ومن تلزمه نفقتهم إلى أن يعود إليهم، ولا بد أن يكون ذلك بعد قضاء الديون والحقوق التي عليه، وبشرط أن يكون طريقه إلى الحج آمنا على نفسه وماله. فإن قدر بماله دون جسمه، بأن كان كبيرًا هرما أو مريضا مرضا مزمنا لا يرجى برؤه؛ لزمه أن يقيم من يحج عنه ويعتمر حجة وعمرة

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie