Tujuan haji dan umrah ialah beribadah kepada Allah di tempat-tempat yang Dia perintahkan untuk beribadah di sana. Nabi ﷺ bersabda, “Sesungguhnya pelemparan jumrah dan sa‘i antara Shafa dan Marwah hanya disyariatkan untuk menegakkan zikir kepada Allah.”
Haji itu wajib menurut kesepakatan kaum Muslimin dan merupakan salah satu rukun Islam. Ia menjadi kewajiban pribadi satu kali seumur hidup bagi orang yang mampu, dan kewajiban kolektif atas kaum Muslimin setiap tahun; apa pun yang dilakukan di luar haji wajib bagi setiap individu tergolong ibadah sukarela.
Adapun umrah, menurut banyak ulama hukumnya wajib. Hal ini didasarkan pada sabda Nabi ﷺ ketika beliau ditanya, “Apakah kaum wanita mempunyai kewajiban jihad?” Beliau menjawab, “Ya, bagi mereka ada jihad yang tidak mengandung peperangan: haji dan umrah.” (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu Majah dengan sanad sahih.)
Jika kewajiban umrah telah ditetapkan bagi para wanita, maka bagi laki-laki lebih layak lagi.
Nabi ﷺ juga bersabda kepada seorang lelaki yang bertanya, “Ayahku sudah lanjut usia, tidak sanggup melaksanakan haji dan umrah, serta tidak mampu bepergian.” Beliau jawab, “Hajikanlah ayahmu dan umrahkanlah (untuknya).” Diriwayatkan oleh lima perawi hadis dan dinyatakan sahih oleh at-Tirmizi.