[…naungan-Nya; di antaranya: “seorang laki-laki yang bersedekah lalu menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan tangan kanannya.” Hadis-hadis tentang hal ini sangat banyak. Sedekah secara sembunyi-sembunyi lebih utama, berdasarkan firman Allah Ta‘âlâ: “Dan jika kalian merahasiakannya serta memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagi kalian,” dan karena ia lebih jauh dari riya’, kecuali bila menampakkannya dan mengumumkannya membawa maslahat yang lebih besar berupa orang lain meneladaninya.
Sedekah hendaknya diberikan dengan hati yang ikhlas, tanpa mengungkit-ungkit kepada yang membutuhkan; Allah Ta‘âlâ berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, jangan batalkan sedekah kalian dengan mengungkit-ungkit dan menyakiti (penerima).”
Sedekah ketika seseorang masih sehat lebih utama. Nabi ﷺ, ketika ditanya, “Sedekah apa yang paling utama?” beliau bersabda: “Engkau bersedekah saat engkau masih sehat dan kikir, masih berharap (untuk menjadi) kaya dan takut miskin.”
Sedekah di dua Tanah Haram lebih utama, karena Allah memerintahkannya melalui firman-Nya: “Makanlah sebagian darinya dan berilah makan orang yang papa lagi fakir.”
Sedekah pada bulan Ramadan lebih utama; Ibnu ‘Abbâs berkata: “Rasulullah ﷺ adalah manusia paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadan, ketika beliau dijumpai.”]