[Tidak wajib zakat atas kambing—baik domba maupun kambing—apabila jumlahnya kurang dari empat puluh ekor; berdasarkan hadis Abu Bakar dalam dua kitab sahih yang menyatakan, “Apabila hewan ternak seorang lelaki yang digembalakan kurang dari empat puluh ekor, walau hanya satu ekor, maka tidak ada kewajiban apa-apa atasnya, kecuali jika pemiliknya mau (bersedekah).”
Apabila jumlah kambing mencapai seratus dua puluh satu ekor, maka wajib dikeluarkan dua ekor kambing, sebagaimana hadis Abu Bakar yang telah disebutkan: “Apabila melebihi seratus dua puluh ekor, maka zakatnya dua ekor kambing.”
Jika jumlahnya mencapai dua ratus satu ekor, maka wajib dikeluarkan tiga ekor kambing; berdasar hadis Abu Bakar pula: “Apabila melebihi dua ratus ekor, maka zakatnya tiga ekor kambing.”
Setelah itu, ketentuan zakat menjadi tetap: satu ekor kambing untuk setiap seratus ekor. Maka pada empat ratus ekor zakatnya empat ekor kambing, pada lima ratus lima ekor kambing, pada enam ratus enam ekor kambing, dan seterusnya.
Dalam “Surat Ketetapan Sedekah” yang dijalankan Abu Bakar r.a. sampai beliau wafat dan Umar r.a. hingga beliau meninggal disebutkan: “Pada kambing, dari empat puluh sampai seratus dua puluh ekor: satu ekor; jika bertambah satu ekor, maka dua ekor (zakat) sampai dua ratus; jika bertambah satu ekor lagi, maka tiga ekor (zakat) sampai tiga ratus; bila bertambah sesudah itu, tidak ada tambahan hingga mencapai empat ratus; bila jumlah kambing semakin banyak, maka pada setiap seratus ekor satu ekor (zakat).” Hadis ini diriwayatkan oleh lima imam hadis kecuali an-Nasā’ī.]