16
maka perbuatan itu haram, dan haram pula memakan hidangan tersebut.”
Disunnahkan ziarah kubur khusus bagi laki-laki, guna mengambil pelajaran dan peringatan, serta untuk mendoakan dan memohonkan ampunan bagi orang-orang yang telah wafat, berdasarkan sabda Nabi ﷺ, “Dulu aku melarang kalian berziarah kubur; maka sekarang berziarahlah kalian.” (Diriwayatkan oleh Muslim dan at-Tirmiżī). Dalam riwayat at-Tirmiżī ditambah, “Karena ia mengingatkan akhirat.” Ziarah ini dilakukan tanpa melakukan perjalanan jauh.
Ziarah kubur dianjurkan dengan tiga syarat:
- Pelakunya adalah laki-laki, bukan perempuan; karena Nabi ﷺ bersabda, “Allah melaknat para perempuan yang sering berziarah kubur.”
- Dilakukan tanpa safar; karena beliau ﷺ bersabda, “Janganlah bersengaja melakukan perjalanan kecuali ke tiga masjid.”
- Tujuannya adalah untuk mengambil pelajaran, merasa takut (kepada Allah), dan mendoakan mayit. Apabila tujuannya mencari berkah dari kubur dan makam, atau meminta pemenuhan hajat dan pengusiran kesusahan kepada orang-orang yang sudah mati, maka ini adalah ziarah bid‘ah yang mengandung kesyirikan.
Syaikhul-Islām Ibnu Taimiyah rahimahullāh berkata, “Ziarah kubur itu ada dua macam: yang syar‘i dan yang bid‘ah.”
حرم فعله، وحرم الأكل منه" انتهى
وتستحب زيارة القبور للرجال خاصة؛ لأجل الاعتبار والاتعاظ، ولأجل الدعاء للأموات والاستغفار لهم؛ لقوله ﷺ: "كنت نهيتكم عن زيارة القبور، فزوروها"، رواه مسلم والترمذي، وزاد: " فإنها تذكر الآخرة"، ويكون ذلك بدون سفر
فزيارة القبور تستحب بثلاث شروط:
١ أن يكون الزائر من الرجال لا النساء؛ لأن النبيصلى الله عليه وسلم قال: "لعن الله زوارات القبور".
٢ أن تكون بدون سفر؛ لقوله ﷺ: "لا تشد الرحال إلا إلى ثلاثة مساجد".
٣ أن يكون القصد منها الاعتبار والاتعاظ والدعاء للأموات، فإن كان القصد منها التبرك بالقبور والأضرحة وطلب قضاء الحاجات وتفريج الكربات من الموتى؛ فهذه زيارة بدعية شركية.
قال شيخ الإسلام ابن تيمية ﵀: "زيارة القبور على نوعين: شرعية وبدعية،