untuk bersiwak pada setiap kali berwudu.” Hadis ini menunjukkan bahwa anjuran bersiwak sangat ditekankan saat berwudu, dan pelaksanaannya dilakukan ketika berkumur, karena hal itu lebih sempurna dalam menghilangkan kotoran dan membersihkan mulut. Bersiwak juga sangat dianjurkan saat hendak salat, baik salat wajib maupun sunah, karena ketika mendekatkan diri kepada Allah kita diperintahkan berada dalam keadaan sempurna dan bersih sebagai bentuk pengagungan terhadap ibadah. Demikian pula, bersiwak dianjurkan ketika bangun dari tidur malam atau tidur siang, sebab Nabi ﷺ—setiap kali bangun malam—menggosok mulutnya dengan siwak; “menggosok” di sini berarti mengusap-usap. Tidur menyebabkan aroma mulut berubah akibat naiknya uap dari lambung, dan siwak pada keadaan ini membersihkan mulut dari pengaruh tersebut. Bersiwak juga ditekankan ketika bau mulut berubah karena makanan atau sebab lain, serta sebelum membaca Al-Qur’an, agar mulut bersih dan harum ketika melantunkan firman Allah ﷿.
Adapun cara bersiwak adalah dengan menjalankan batang siwak pada gusi dan gigi, dimulai dari sisi kanan menuju sisi kiri, sementara siwak dipegang dengan tangan kiri.
Di antara keistimewaan yang dibawa agama kita yang hanif terdapat sifat-sifat fitrah yang telah disebutkan dalam hadis. Disebut “sifat-sifat fitrah” karena orang yang melakukannya menampakkan fitrah yang Allah ciptakan pada hamba-hamba-Nya, menganjurkan mereka melakukannya, dan menyukainya, agar mereka berada pada