[yang sempurna serta bahwa hanya Dia-lah yang berhak disembah, sebagaimana firman-Nya: "Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah malam dan siang, matahari dan bulan. Janganlah kalian bersujud kepada matahari dan jangan pula kepada bulan; tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakan semuanya itu, jika memang hanya kepada-Nya kalian menyembah."
Waktu pelaksanaan Salat Kusuf adalah sejak awal terjadinya gerhana sampai gerhana tersingkap, berdasarkan sabda Nabi ﷺ: "Apabila kalian melihat hal itu, maka salatlah." (Muttafaq ‘alaih). Dalam hadis lain: "Apabila kalian melihat sesuatu dari peristiwa itu, salatlah hingga gerhana itu berlalu." (HR. Muslim).
Salat Kusuf tidak diqadha setelah gerhana berlalu karena waktunya telah habis. Jika gerhana tersingkap sebelum mereka mengetahuinya, maka salat tersebut tidak dilaksanakan.
Tata cara Salat Kusuf: dikerjakan dua rakaat dengan mengeraskan bacaan—ini pendapat paling sahih di kalangan ulama. Pada rakaat pertama dibaca al-Fātiḥah dan satu surah panjang seperti Surah al-Baqarah atau seukuran itu, lalu rukuk panjang. Setelah bangkit ia mengucapkan, "Sami‘allāhu liman ḥamidah, rabbanaa lakal-ḥamd," setelah berdiri tegak sebagaimana dalam salat-salat lainnya. Kemudian ia membaca al-Fātiḥah lagi dan satu surah panjang yang lebih pendek daripada sebelumnya, kira-kira seukuran Surah Āli ‘Imrān, lalu rukuk lagi dengan rukuk yang panjang tetapi lebih pendek daripada rukuk pertama. Setelah bangkit ia mengucapkan, "Sami‘allāhu liman ḥamidah, rabbanaa wa lakal-ḥamd, pujian yang banyak, baik, dan penuh berkah, sepenuh langit, sepenuh bumi, dan sepenuh apa pun yang Engkau kehendaki setelah itu." Kemudian ia sujud dua kali dengan sujud yang panjang, tanpa memperpanjang duduk di antara dua sujud, kemudian ia salat…]