al-Moulakhas al-FiqhiShalih al-Fauzan

Adapun dimulainya takbir muqayyad bagi orang yang sedang berihram adalah sejak salat Zuhur pada hari Nahr, karena bacaan talbiyah terhenti dengan lontaran Jumrah ‘Aqabah, sedangkan waktu yang disunnahkan untuk melontar Jumrah ‘Aqabah adalah pada pagi hari Nahr. Dengan demikian, pada saat itu orang yang berihram posisinya sama dengan orang yang telah bertahallul. Jika ia melontar Jumrah ‘Aqabah sebelum fajar, ia tetap tidak mulai bertakbir kecuali sesudah salat Zuhur juga, mengikuti kebiasaan yang dominan.” Selesai kutipan.

Adapun lafaz takbirnya adalah: Allâhu Akbar, Allâhu Akbar, lâ ilâha illallâh, wa Allâhu Akbar, Allâhu Akbar, wa lillâhil-ḥamd.

Tidak mengapa kaum muslimin saling mengucapkan selamat dengan mengatakan kepada yang lain, “Taqabbalallâhu minnâ wa minka.”

Syaikhul-Islâm Ibnu Taimiyyah berkata, “Telah diriwayatkan dari sekelompok sahabat bahwa mereka melakukannya, dan para imam seperti Ahmad dan yang lainnya membolehkannya.” Selesai.

Maksud dari ucapan selamat tersebut ialah untuk menumbuhkan keakraban dan menampakkan kegembiraan.

Imam Ahmad mengatakan, “Aku tidak memulainya; tetapi bila ada yang lebih dahulu mengucapkannya kepadaku, aku menjawabnya.”

Sebab, menjawab salam itu wajib, sedangkan memulai ucapan selamat bukanlah sunah yang diperintahkan, dan juga bukan sesuatu yang dilarang. Tidak mengapa pula berjabat tangan saat menyampaikan ucapan selamat.

وكون المحرم يبتدئ التكبير المقيد من صلاة الظهر يوم النحر؛ لأن التلبية تقطع برمي جمرة العقبة، ووقت رمي جمرة العقبة المسنون ضحى يوم النحر، فكان المحرم فيه كالمحل، فلو رمى جمرة العقبة قبل الفجر؛ فلا يبتدئ التكبير إلا بعد صلاة الظهر أيضا؛ عملاً على الغالب" انتهى. وصفة التكبير أن يقول: الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله، والله أكبر الله أكبر ولله الحمد. ولا بأس بتهنئة الناس بعضهم بعضا؛ بأن يقول لغيره: تقبل الله منا ومنك. فال شيخ الإسلام ابن تيمية: "قدر روى عن طائفة من الصحابة أنهم كانوا يفعلونه، ورخص فيه الأئمة كأحمد وغيره" اه. والمقصود من التهنئة التودد وإظهار السرور. وقال الإمام أحمد: "لا أبتدئ به، فإن ابتدأني أحد؛ أجبته". وذلك لأن وجوب التحية واجب، وأما الابتداء بالتهنئة؛ فليس سنة مأمورًا بها، ولا هو أيضا مما نهي عنه، ولا بأس بالمصافحة في التهنئة.

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie