Atau surat-surat lain yang sejenis sebagaimana diriwayatkan dalam atsar; hal itu baik. Di hadapan jamaah besar beliau memilih membaca surat-surat yang memuat penegasan keesaan Allah, perintah dan larangan, asal-usul dan hari kebangkitan, kisah para nabi bersama umat mereka—tentang bagaimana Allah memperlakukan orang yang mendustakan dan kufur hingga mereka binasa dan sengsara, serta balasan keselamatan dan kesejahteraan bagi yang beriman dan membenarkan mereka.” Selesai.
Setelah salam dari salat, imam berkhotbah dua kali dan duduk di antara keduanya. Hal ini berdasarkan riwayat ‘Ubaidullah bin ‘Ubaidullah bin ‘Utbah: “Sunnahnya imam pada dua ‘Id berkhotbah dua kali, dipisah dengan duduk,” diriwayatkan oleh asy-Syafi‘i. Dalam riwayat Ibnu Mājah dari Jabir: “Beliau berkhotbah sambil berdiri, lalu duduk sebentar, kemudian berdiri lagi.” Dalam kitab-kitab sahih dan selainnya disebutkan: “Beliau memulai dengan salat, kemudian berdiri bersandar pada Bilal, lalu memerintahkan takwa kepada Allah dan menganjurkan ketaatan kepada-Nya…” Dan dalam riwayat Muslim: “Kemudian beliau berpaling, lalu berdiri menghadap orang-orang sementara mereka duduk berbaris.”