al-Moulakhas al-FiqhiShalih al-Fauzan

[Sesungguhnya yang dimaksud bukanlah sekadar keberadaan dua khutbah, melainkan pengaruh keduanya terhadap masyarakat. Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Tidak cukup dalam khutbah hanya mencela dunia dan menyebut kematian, karena sebuah pidato baru disebut khutbah secara adat bila ia mampu menggerakkan hati dan mendorongnya kepada kebaikan. Adapun celaan terhadap dunia dan peringatan darinya juga merupakan pesan yang biasa disampaikan oleh para penolak syariat. Oleh karena itu, harus ada ajakan kepada ketaatan, larangan dari kemaksiatan, seruan menuju Allah, dan pengingatan akan berbagai nikmat-Nya.” Beliau juga menegaskan, “Khutbah tidak terwujud dengan ringkasan yang membuat tujuan utamanya hilang. Nabi ﷺ, apabila berkhutbah, kedua mata beliau memerah, suaranya meninggi, dan amarahnya berkobar, seakan-akan beliau pemberi peringatan bagi suatu pasukan sambil berseru: ‘(Mereka akan menyerang) pagi atau petang!’.”

Para fuqaha rahimahumullah menyebutkan bahwa sunnahnya dua khutbah Jumat disampaikan di atas mimbar, karena Rasulullah ﷺ melakukannya. Di samping itu, hal tersebut lebih mengena dalam menasihati ketika para hadirin melihat khatib di hadapan mereka.

Imam an-Nawawi rahimahullah berkata, “Membuat mimbar adalah sunnah yang disepakati.”

Disunnahkan pula bagi khatib mengucapkan salam kepada jamaah ketika ia menghadap mereka. Hal ini berdasar hadis Jabir, “Apabila Rasulullah ﷺ naik mimbar, beliau memberi salam,” diriwayatkan oleh Ibnu Mājah dengan beberapa penguat.]

إنه ليس المقصود وجود خطبتين فقط، بل المقصود أثرهما في المجتمع، كما قل شيخ الإسلام ابن تيمية ﵀: "لا يكفي في الخطبة ذم الدنيا وذكر الموت؛ لأنه لا بد من اسم الخطبة عرفا بما يحرك القلوب ويبعث بها إلى الخير، وذم الدنيا والتحذير منها مما تواصى به منكروا الشرائع، بل لا بد من الحث على الطاعة، والزجر عن المعصية، والدعوة إلى الله، والتذكير بآلائه"، وقال: "ولا تحصل الخطبة باختصار يفوت به المقصود، وقد كان النبي ﷺ إذا خطب احمرت عيناه، وعلا صوته، واشتد غضبه، حتى كأنه منذر جيش، يقول صبحكم ومساكم" اه. وقد ذكر الفقهاء ﵏ أنه يسن في خطبتي الجمعة أن يخطب على منبر؛ لفعله ﷺ، ولأن ذلك أبلغ في الوعظ حينما يشاهد الحضور الخطيب أمامهم. قال النووي ﵀: "واتخاذه سنة مجمع عليها". ويسن أن يسلم الخطيب على المأمومين إذا اقبل عليهم؛ لقول جابر: "وكان رسول الله ﷺ إذا صعد المنبر؛ سلم"، رواه ابن ماجه وله شواهد.

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie