[…Muslim yang sedang berdiri salat lalu memohon sesuatu kepada Allah, melainkan Allah pasti mengabulkannya,” sambil beliau memberi isyarat dengan tangannya, menandakan bahwa waktunya sangat singkat.
Di antara kekhususan hari Jumat pula: adanya khutbah yang ditujukan untuk memuji dan mengagungkan Allah, menegaskan kesaksian tentang keesaan-Nya serta kerasulan Nabi ﷺ, dan memberi nasihat kepada para hamba.
Kekhususan hari ini sangat banyak; Imam Ibn al-Qayyim menyebutkannya dalam kitab Zâd al-Maʿâd hingga mencapai seratus tiga puluh tiga macam.
Meski demikian, banyak orang meremehkan hak hari ini: bagi mereka hari Jumat tidak istimewa dibanding hari-hari lain. Sebagian menjadikannya waktu bermalas-malas dan tidur, sebagian lagi menyia-nyiakannya dengan hiburan, permainan, dan kelalaian dari zikir kepada Allah, sampai-sampai jumlah jamaah salat Subuh di masjid pada hari itu berkurang secara mencolok. Lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh.
Disunahkan bertakbir ketika berangkat ke masjid pada hari Jumat; ketika telah masuk masjid, hendaklah ia menunaikan salat Tahiyatul Masjid dua rakaat.
Apabila ia datang lebih awal dan ingin memperbanyak salat sunah, tidak mengapa, karena para salaf datang pagi-pagi dan terus salat hingga imam keluar.
Syekh al-Islām Ibnu Taimiyah rahimahullāh berkata: “Yang lebih utama bagi orang yang datang untuk Salat Jumat adalah menyibukkan diri dengan salat hingga imam keluar, berdasarkan apa yang terdapat dalam Shahih…"]