al-Moulakhas al-FiqhiShalih al-Fauzan

Di antara tata cara Salat Khauf lainnya adalah riwayat dari Jabir; ia berkata:
“Kami berangkat bersama Rasulullah ﷺ hingga ketika kami tiba di Dzat ar-Riqā‘,” ia berkata, “lalu dikumandangkan panggilan salat. Beliau pun salat bersama satu kelompok dua rakaat, kemudian mereka mundur; lalu beliau salat bersama kelompok yang lain dua rakaat,” ia melanjutkan, “sehingga bagi Rasulullah ﷺ berjumlah empat rakaat, sedangkan bagi masing-masing kelompok dua rakaat.” (Muttafaq ‘alaih).

Tata cara-tata cara ini diterapkan apabila rasa takut belum memuncak. Apabila rasa takut telah memuncak—yaitu tikam-menikam, tebas-menebas, dan gerak maju-mundur terus berlanjut—sehingga tidak mungkin memisahkan pasukan lalu menunaikan salat seperti di atas, sementara waktu salat telah tiba, maka mereka salat sesuai keadaan mereka: berjalan kaki atau berkendaraan, menghadap kiblat ataupun tidak, dengan isyarat rukuk dan sujud semampunya, dan mereka tidak menunda salat; Allah Ta‘ala berfirman: ﴿فَإِنْ خِفْتُمْ فَرِجَالًا أَوْ رُكْبَانًا﴾, yakni salatlah sambil berjalan kaki atau berkendaraan. Ar-rijāl adalah bentuk jamak dari rāgil, yaitu orang yang berada di atas kedua kakinya, baik berjalan maupun berdiri, sedangkan ar-rukbān adalah jamak dari rā-kib.

Disunahkan pula membawa senjata ringan ketika Salat Khauf, yang bisa dipakai untuk mempertahankan diri tanpa memberatkan, sebagaimana firman-Nya: ﴿وَلْيَأْخُذُوا أَسْلِحَتَهُم﴾.

Termasuk kategori rasa takut yang berat adalah keadaan lari dari musuh, banjir, binatang buas, atau khawatir kehilangan musuh yang sedang diburu; dalam situasi seperti ini seseorang boleh salat sambil berkendaraan atau berjalan, menghadap kiblat ataupun tidak, dengan isyarat rukuk dan sujud.

ومن صفات صلاة الخوف: ما رواه جابر؛ قال: "أقبلنا مع رسول الله ﷺ حتى إذا كنا بذات الرقاع"؛ قال: "فنودي للصلاة، فصلى بطائفة ركعتين ثم تأخروا، فصلى بالطائفة الأخرى ركعتين"، قال: "فكانت لرسول الله ﷺ أربع وللقوم ركعتان"، متفق عليه. وهذه الصفات تفعل إذا لم يشتد الخوف، فإذا اشتد الخوف؛ بأن تواصل الطعن والضرب والكر والفر، ولم يمكن تفريق القوم وصلاتهم على ما ذكر، وحان وقت الصلاة؛ صلوا على حسب حالهم، رجالاً وركبانا، للقبلة وغيرها يومئون بالركوع والسجود حسب طاقتهم، ولا يؤخرون الصلاة؛ لقوله تعالى: ﴿فَإِنْ خِفْتُمْ فَرِجَالاً أَوْ رُكْبَاناً﴾ ؛ أي فصلوا رجالاً أو ركبانا، والرجال جمع راجل، وهو الكائن على رجليه ماشيا أو واقفا، والركبان جمع راكب. ويستحب أن يحمل معه في صلاة الخوف من السلاح ما يدفع به عن نفسه ولا يثقله؛ لقوله تعالى: ﴿وَلْيَأْخُذُوا أَسْلِحَتَهُم﴾ . ومثل شدة الخوف: حالة الهرب من عدو أو سيل أو سبع أو خوف فوات عدو يطلبه؛ فيصلي في هذه الحالة راكبا أو ماشيا، مستقبل القبلة وغير مستقبلها، يومئ بالركوع والسجود.

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie