[…hamba-hamba ar-Raḥmān berdoa, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami, dari pasangan-pasangan kami dan keturunan kami, penyejuk mata, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”
Maka, kepemimpinan dalam salat termasuk bagian dari kepemimpinan dalam agama—terlebih lagi apabila sang imam bersungguh-sungguh memberikan nasihat, mauʿiẓah, dan peringatan kepada jamaah yang hadir di masjid. Dengan itu, ia menjadi salah seorang penyeru kepada Allah, yang memadukan kebaikan ucapan dan perbuatan: “Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, beramal saleh, dan berkata, ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang Muslim’.” Karena itu, tidak ada yang enggan memikul tugas imamah kecuali orang yang terhalang (dari kebaikan). Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.]