al-Moulakhas al-FiqhiShalih al-Fauzan

al-‘ālamīn; berdasarkan hadis ʿĀʾisyah raḍiyallāhu ʿanhā: “Sesungguhnya Nabi ﷺ senantiasa berzikir kepada Allah dalam setiap keadaan beliau.”

  1. Haram bagi orang yang berhadas besar—baik karena janabah, haid, maupun nifas—berdiam di dalam masjid tanpa berwudu; berdasarkan firman Allah Taʿālā: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mendekati salat sedang kalian mabuk sampai kalian mengerti apa yang kalian ucapkan, dan jangan pula (mendekatinya) dalam keadaan junub kecuali sekadar lewat saja sampai kalian mandi.” Maksudnya: janganlah kalian memasuki masjid untuk tinggal di dalamnya. Juga sabda Nabi ﷺ: “Aku tidak menghalalkan masjid bagi wanita haid dan orang junub,” diriwayatkan oleh Abū Dāwud dari ʿĀʾisyah dan dinilai sahih oleh Ibn Khuzaimah.

Apabila orang yang berhadas besar berwudu, maka ia boleh berdiam di masjid; sebagaimana perkataan ʿAṭāʾ: “Aku melihat para sahabat Rasulullah ﷺ duduk di masjid dalam keadaan junub setelah mereka berwudu seperti wudu untuk salat.” Hikmah wudu ini adalah menghilangkan sebagian pengaruh junub.

Demikian pula orang yang berhadas besar dibolehkan melewati masjid sekadar melintas tanpa duduk di dalamnya; berdasarkan firman Allah Taʿālā: “kecuali sekadar lewat saja,” yakni hanya menyeberang untuk keluar darinya. Pengecualian dari larangan ini menunjukkan kebolehan, sehingga ia menjadi pengkhusus bagi keumuman sabda Nabi ﷺ: “Aku tidak menghalalkan masjid bagi wanita haid dan orang junub.”

العالمين؛ لحديث عائشة ﵂: "أن النبي ﷺ كان يذكر الله على كل أحيانه". ٢ ويحرم على المحدث حدثا أكبر من جنابه أو حيض أو نفاس اللبث في المسجد بغير وضوء؛ لقوله تعالى: ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَقْرَبُوا الصَّلاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَى حَتَّى تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ وَلا جُنُباً إِلاّ عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّى تَغْتَسِلُوا﴾ ؛ أي: لا تدخلوا المسجد للبقاء فيه، ولقوله ﷺ: "لا أحل المسجد لحائض ولاجنب"، رواه أبو داود من حديث عائشة، وصححه ابن خزيمة. فإذا توضأ من عليه حدث أكبر؛ جاز له اللبث في المسجد؛ لقول عطاء: "رأيت رجالاً من أصحاب رسول الله ﷺ يجلسون وهم مجنبون إذا توضؤوا وضوء الصلاة"، الحكمة من هذا الوضوء الجنابة. وكذلك يجوز للمحدث حدثا أكبر أن يمر بالمسجد لمجرد العبور منه من غير جلوس فيه؛ لقوله تعالى: ﴿إِلاّ عَابِرِي سَبِيلٍ﴾ ؛ أي: متجاوزين فيه للخروج منه، والاستثناء من النهي إباحة، فيكون ذلك مخصصا لعموم قوله ﷺ: "لا أحل المسجد لحائض ولا جنب".

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie