[sedangkan mengenai sajdah pada Surah Ṣād para ulama berselisih pendapat; apakah ia sujud syukur atau sujud tilawah. Allah-lah yang lebih mengetahui.
Apabila hendak sujud tilawah, ia bertakbir. Dasarnya adalah hadis Ibnu ‘Umar: “Rasulullah ﷺ membacakan Al-Qur’an kepada kami; ketika beliau melewati ayat sajdah, beliau bertakbir lalu bersujud, dan kami pun bersujud bersama beliau.” (HR. Abū Dāwūd).
Dalam sujudnya ia membaca: “Subḥāna Rabbiyal-A‘lā,” sebagaimana dalam sujud salat; dan bila ia berdoa: “Wajahku bersujud kepada Allah yang menciptakannya dan membentuknya, serta membukakan pendengaran dan penglihatannya dengan kekuasaan dan kekuatan-Nya. Ya Allah, tuliskanlah untukku pahala karenanya, hapuskanlah dengannya dosaku, jadikanlah ia simpanan bagiku di sisi-Mu, dan terimalah ia dariku sebagaimana Engkau menerimanya dari hamba-Mu Dāwūd,” maka tidak mengapa.
Melaksanakan sujud tilawah dari posisi berdiri lebih utama daripada melaksanakannya sambil duduk.
Wahai Muslim, sungguh banyak jalan menuju kebaikan; maka bersungguh-sungguhlah dan bersemangatlah di dalamnya, serta ikhlaskan ucapan dan perbuatanmu, mudah-mudahan Allah menuliskanmu sebagai salah seorang dari golongan orang-orang yang berbahagia.]