Dan jumlah rakaat terbanyaknya adalah delapan rakaat; sebagaimana riwayat Ummu Hani bahwa Nabi ﷺ pada tahun penaklukan Makkah menunaikan delapan rakaat Salat Duha. Riwayat ini dibawakan oleh seluruh ahli hadis. Dalam riwayat Muslim dari Aisyah r.a. disebutkan: “Beliau biasa salat Duha empat rakaat, lalu menambahkannya sebanyak yang Allah kehendaki.”
Waktu Salat Duha dimulai ketika matahari sudah naik kira-kira setinggi tombak setelah terbit, dan berlanjut sampai menjelang matahari condong (zawal), yakni saat matahari berada tepat di tengah langit. Yang paling utama ialah menunaikannya ketika panas telah memuncak, berdasarkan hadis: “Salat al-awwabin dikerjakan ketika anak unta kepanasan,” diriwayatkan oleh Muslim; maksudnya, ketika tanah telah begitu panas sehingga anak unta berlutut karena teriknya.