[Bab tentang Salat Sunnah
Ketahuilah bahwa Rabb kalian—Mahasuci dan Mahatinggi—telah mensyariatkan bagi kalian, di samping salat-salat fardu, sarana untuk mendekatkan diri kepada-Nya berupa salat-salat sunnah. Melaksanakan salat sunnah merupakan salah satu bentuk pendekatan diri terbaik setelah berjihad di jalan Allah dan menuntut ilmu, karena Nabi senantiasa melazimi salat-salat sunnah untuk bertaqarrub kepada Rabb-nya. Beliau bersabda, “Beristiqamalah kalian; kalian tidak akan mampu menghitungnya, dan ketahuilah bahwa sebaik-baik amal kalian ialah salat.”
Salat sendiri menghimpun berbagai jenis ibadah: membaca (Al-Qur’an), rukuk, sujud, berdoa, menampakkan kehinaan dan ketundukan, bermunajat kepada Rabb Yang Mahatinggi, bertakbir, bertasbih, serta bersalawat kepada Nabi.
Salat-salat sunnah terbagi menjadi dua:
Jenis pertama: salat-salat yang ditentukan waktunya, disebut salat sunnah yang terikat (nawafil yang dibatasi oleh waktu).]