milik-Nya segala nikmat, milik-Nya segala karunia, dan bagi-Nya pujian yang baik. Tidak ada sesembahan yang benar melainkan Allah; kami mengikhlaskan agama hanya kepada-Nya, walaupun orang-orang kafir membenci.”
Di dalam kitab-kitab Sunan disebutkan hadis dari Abu Dzarr r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa, setelah salat Subuh, masih menekuk kedua kakinya sebelum berbicara, lalu membaca: ‘Tidak ada sesembahan yang benar selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya; milik-Nya kerajaan dan milik-Nya segala pujian; Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu’ sebanyak sepuluh kali, maka akan dituliskan baginya sepuluh kebaikan, dihapuskan darinya sepuluh keburukan, diangkat baginya sepuluh derajat, sepanjang hari itu ia berada dalam perlindungan dari segala hal yang tidak disukai, dijaga dari setan, dan tidak ada dosa yang dapat menimpanya pada hari itu selain syirik kepada Allah.”
Tirmidzi berkata, “Hadis ini hasan sahih.” Disebutkan pula bahwa tahlil sebanyak sepuluh kali ini dianjurkan dibaca juga sesudah salat Magrib, sebagaimana terdapat dalam hadis Ummu Salamah yang diriwayatkan oleh Ahmad, serta hadis Abu Ayyub al-Anshari dalam Sahih Ibnu Hibban.
Setelah Magrib dan Subuh dianjurkan pula membaca: “Rabbi ajirni min an-nār” (Ya Rabb, lindungilah aku dari neraka) sebanyak tujuh kali, sebagaimana diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa’i, Ibnu Majah, dan selain mereka.