16
atau sabun, alkali, daun bidara, atau bahan suci lainnya, dan campuran itu tidak mendominasi air; maka sebagian ulama memerinci dan berselisih pendapat tentangnya, tetapi pendapat yang benar adalah bahwa air tersebut tetap suci-mensucikan: boleh dipakai untuk mengangkat hadas maupun membersihkan najis.
Berdasarkan hal ini, kita dapat mengatakan:
Air terbagi menjadi dua golongan:
- Air suci-mensucikan, yang sah digunakan untuk bersuci, baik masih dalam keadaan asalnya maupun telah bercampur bahan suci yang tidak mendominasi air dan tidak menghilangkan namanya sebagai air.
- Air najis, yang tidak boleh digunakan; ia tidak mengangkat hadas dan tidak menghilangkan najis, yakni air yang berubah karena terkena najis.
Allah Ta‘ala lebih mengetahui.
أو الصابون أو الإشنان والسدر أو غير ذلك من المواد الطاهرة، ولم يغلب ذلك المخالط عليه؛ فلبعض العلماء في ذلك تفاصيل وخلاف، والصحيح أنه طهور، يجوز التطهر به من الحدث، والتطهر به من النجس.
فعلى هذا؛ يصح لنا أن نقول:
إن الماء ينقسم إلى قسمين:
القسم الأول: طهور يصح التطهر به، سواء كان باقيا على خلقته أو خالطته مادة طاهرة لم تغلب عيه ولم تسلبه اسمه.
القسم الثاني: نجس لا يجوز استعماله؛ فلا يرفع الحدث، ولا يزيل النجاسة، وهو مما تغير بالنجاسة.
والله تعالى أعلم.