Bab Tentang Tata Cara Salat
Setelah kami menjelaskan rukun-rukun salat, kewajiban-kewajibannya, serta sunnah-sunnahnya baik yang berupa ucapan maupun perbuatan, sekarang kami hendak memaparkan tata cara salat yang mencakup seluruh rukun, kewajiban, dan sunnah tersebut sebagaimana termaktub dalam nash-nash tentang salat Nabi, agar menjadi teladan bagi setiap muslim, sesuai sabdanya: “Salatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku salat.” Berikut penjelasannya.
Apabila Rasulullah berdiri untuk salat, beliau menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan—dengan telapak dan jari-jari menghadap kiblat—seraya mengucapkan, “Allah Mahabesar.”
Kemudian beliau memegang tangan kiri dengan tangan kanan dan menaruh keduanya di atas dada.
Selanjutnya beliau membaca doa pembuka (istiftah). Bagi siapa yang biasa memakai satu bentuk istiftah saja, seluruh doa pembuka yang sahih dari beliau boleh dipakai; di antaranya: “Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu; nama-Mu penuh keberkahan, keagungan-Mu sangat tinggi, dan tidak ada tuhan selain Engkau.”
Setelah itu beliau membaca, “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”
Kemudian beliau membaca Surat al-Fatihah; setelah selesai beliau mengucapkan, “Amin.”