[Dalam hadis lain disebutkan, “Sungguh kalian harus meluruskan saf-saf kalian atau Allah akan membuat wajah-wajah kalian berselisih.” Meluruskan saf ialah menyesuaikannya dengan menyelaraskan bahu dan mata kaki.
Bagi para makmum, menutup celah dan saling merapat di dalam saf juga sangat ditekankan; sebab Nabi ﷺ bersabda, “Luruskan saf-saf kalian dan rapatkanlah,” (HR. Bukhari). Maknanya: rapatkanlah barisan kalian sehingga tidak ada celah di antara kalian; merapat berarti para makmum saling melekat agar saf menyambung, celah tertutup, dan tidak tersisa ruang bagi setan.
Nabi ﷺ memberi perhatian yang sangat besar terhadap kerapian saf dan kerapatan para makmum di dalamnya; hal ini menunjukkan betapa penting dan manfaatnya perkara tersebut. Merapatkan saf bukanlah seperti yang dilakukan sebagian orang awam kini, yakni melebarkan kedua kakinya sampai mengganggu orang di sebelahnya. Tindakan itu justru menimbulkan celah dalam saf, menyakiti jamaah, dan tidak mempunyai dasar dalam syariat. Karena itu kaum muslimin hendaknya memperhatikan dan bersungguh-sungguh dalam hal ini, meneladani Nabi mereka dan demi kesempurnaan salat mereka. Semoga Allah memberi taufik kepada semua menuju apa yang Dia cintai dan ridhai.]