al-Moulakhas al-FiqhiShalih al-Fauzan

[Bab tentang Kafarat Sumpah
Merupakan rahmat Allah bagi hamba-Nya bahwa Dia mensyariatkan kafarat sebagai jalan untuk melepas sumpah.
Allah Ta‘ala berfirman, “Sungguh Allah telah menetapkan bagi kalian jalan untuk menebus sumpah-sumpah kalian.”
Dalam Shahihain diriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda, “Apabila engkau bersumpah atas suatu perkara lalu engkau melihat ada yang lebih baik daripadanya, maka kerjakanlah yang lebih baik itu dan bayarlah kafarat sumpahmu.”
Kafarat sumpah memuat unsur pilihan sekaligus urutan. Orang yang wajib menunaikannya boleh memilih antara: memberi makan sepuluh orang miskin—masing-masing sekitar satu setengah kilogram makanan pokok; atau memberi pakaian kepada sepuluh orang miskin—masing-masing satu helai pakaian yang sah dipakai shalat; atau memerdekakan seorang budak mukmin yang bebas dari cacat. Barang siapa tidak mampu melakukan salah satu dari tiga hal tersebut maka ia berpuasa tiga hari.
Penjabaran ini menunjukkan bahwa kafarat sumpah menggabungkan mekanisme memilih dan berurutan: memilih antara memberi makan, memberi pakaian, dan memerdekakan; kemudian, bila ketiganya tak mampu barulah berpuasa.
Dalilnya adalah firman Allah Ta‘ala, “Maka kafaratnya ialah memberi makan sepuluh orang miskin dengan makanan standar yang biasa kalian berikan kepada keluarga kalian, atau memberi mereka pakaian, atau memerdekakan seorang budak; maka barang siapa tidak menemukan (kemampuan) maka ia berpuasa tiga hari.”
Secara ringkas, makna ayat mulia ini adalah bahwa kafarat atas sumpah yang kalian ikat itu, apabila]

باب في كفارة اليمين من رحمة الله بعباده أن شرع لهم الكفارة التي بها تحلة اليمين. قال الله تعالى: ﴿قَدْ فَرَضَ اللَّهُ لَكُمْ تَحِلَّةَ أَيْمَانِكُمْ﴾ . وفي "الصحيحين" عن النبي صلى الله عليه وسل؛ قال: "إذا حلفت على يمين، فرأيت غيرها خيرًا منها؛ فأت الذي هو خير، وكفر عن يمينك". وكفارة اليمين فيها تخيير وفيها ترتيب، فيخير من لزمته بين إطعام عشرة مساكين لكل مسكين نصف صاع من الطعام، أو كسوة عشرة مساكين لكل واحد منهم ثوب يجزئه في صلاته، أو عتق رقبة مؤمنة سليمة من العيوب، فمن لم يجد شيئا من هذه الثلاثة المذكورة؛ صام ثلاثة أيام. فتبين بهذا التفصيل أن كفارة اليمين تجمع تخييرًا وترتيبا؛ تخييرًا بين الإطعام والكسوة والعتق، وترتبيها بين ذلك وبين الصيام. والدليل على هذا قول الله تعالى: ﴿فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلاثَةِ أَيَّامٍ﴾ . ومعنى الآية الكريمة إجمالاً أن كفارة ما عقدتم من الأيمان إذا

Perusahaan

  • Tentang
  • Harga
  • Mengapa Menerjemahkan?

Dukungan

  • Hubungi kami
  • Laporkan bug
  • Dukung kami
  • Donasi
  • AI combat arena

Ikuti kami

© 2026 Kutub. Hak cipta dilindungi.
Syarat dan ketentuanKebijakan privasiCookie